
Kegiatan ini menyasar mama-mama UMKM yang tergabung dalam ‘Kelompok Jambujob Kampung Soa’. Mereka tidak hanya diajak memahami SOP, tetapi juga secara aktif menyusun sendiri standar operasional pengelolaan produk berdasarkan kriteria umum dan khusus yang berlaku. Dengan pendekatan partisipatif, mama-mama dilibatkan penuh mulai dari identifikasi kebutuhan hingga perumusan prosedur baku.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis “From Forest To Market: Advancing Women-Led Groups and Social Forestry in Indonesia Program” yang digawangi oleh Yayasan Kopernik. Program ini berfokus pada penguatan kelompok perempuan berbasis hutan sosial untuk naik kelas menuju akses pasar yang lebih luas dan berkeadilan.

Menurut Ibu Dea, antusiasme dan pemahaman peserta menjadi kunci kelancaran pelatihan. “Mama-mama sudah memiliki pemahaman yang cukup baik terkait apa yang harus dilakukan sesuai standar operasional produksi produk, sehingga pelatihan ini dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Dengan SOP yang jelas, mama-mama Kampung Soa kini melangkah lebih percaya diri: dari pengelolaan tradisional menuju tata kelola produk yang profesional, tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal.













