
Ibadah pagi tersebut dihadiri 56 jemaat, jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Serui, serta Kapolres Kepulauan Yapen. Suasana hangat dan khidmat mewarnai peresmian yang menjadi gambaran kolaborasi lintas elemen: gereja, kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Pdt. Donald menegaskan bahwa kehadiran GPI di Yapen merupakan wujud perluasan ladang pelayanan bersama gereja-gereja saudara lainnya. Ia juga menekankan bahwa GPI Papua tidak hanya bergerak di bidang pembinaan rohani, tetapi turut fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Yapen. Salah satu wujud nyatanya, GPI Papua memberikan beasiswa pendidikan di STT GPI Papua kepada tiga anak asal Serui.
“GPI Papua bukan gereja baru dan telah lama ada di tanah Papua, khususnya di wilayah selatan. Kehadiran kami di Yapen adalah bukti bahwa Tuhan mengizinkan ladang pelayanan ini untuk terus dikerjakan,” ujar Pdt. Donald.
Ketua Sinode juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang mendukung berdirinya pos pelayanan ini. Ucapan terima kasih ditujukan kepada Keluarga Raubaba yang meminjamkan rumah untuk gedung ibadah sementara, Kepala Suku Serui Laut Bapak Antaribaba atas hibah lahan seluas 70×50 meter persegi, serta Bapak Peter Warabay yang menyediakan bangunan kantor veteran di pusat kota sebagai fasilitas gereja.
Dukungan pun datang dari aparat keamanan. Kapolres Kepulauan Yapen mengajak GPI Papua menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sementara itu, perwakilan FKUB Kepulauan Yapen menyambut baik kehadiran gereja ini dan berharap GPI Papua terus bersinergi merawat kekompakan serta kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Yapen.

Dengan dukungan rumah ibadah sementara, lahan hibah, fasilitas kantor, serta semangat kebersamaan dari berbagai pihak, kehadiran GPI Papua Bethania di Serui diharapkan menjadi oase rohani sekaligus motor penggerak pembangunan manusia di Kepulauan Yapen.













