
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati saat memberikan arahan dalam Upacara Kesadaran Nasional, Kamis, 17 September 2026.
Di hadapan peserta upacara, Bupati secara khusus menyampaikan terima kasih kepada jajaran Damkar yang selama ini terus bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam penanganan berbagai kondisi darurat.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman Damkar, Pak Kabid Damkar, terima kasih. Mari kita apresiasi dulu kepada teman-teman Damkar sekalian. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu dan lelah,” ujar Bupati.
Selain memberikan apresiasi, Bupati menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dalam memenuhi kebutuhan operasional maupun sarana pendukung tugas personel Damkar.
Ia meminta setiap kekurangan yang dapat memengaruhi kelancaran pelaksanaan tugas segera dilaporkan dan dikoordinasikan kepada pimpinan, termasuk kepada Bupati, Sekretaris Daerah, maupun Wakil Bupati.
“Pak Kabid Damkar, kalau ada hal yang perlu dibutuhkan, koordinasikan kepada saya, lapor kepada pimpinan, melaporkan kepada saya, Pak Sekda dan Pak Wakil, agar tugas dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Bupati juga memastikan kesiapan armada pemadam kebakaran yang dimiliki pemerintah daerah agar selalu dalam kondisi prima dan siap digunakan sewaktu-waktu.
“Kekurangan dalam hal untuk memperlancar tugas saudara-saudara segera dikoordinasikan, dilaporkan kepada pimpinan. Mobil dua, ya? Dua-duanya on? Terima kasih. Damkar ini luar biasa, Kabid dengan kasatnya,” ungkapnya.
Tidak hanya menyangkut armada dan fasilitas pendukung, Bupati juga memberikan perhatian serius terhadap keselamatan para personel saat menjalankan tugas di lapangan.
Menurutnya, meskipun pekerjaan yang dilakukan merupakan misi kemanusiaan, setiap personel tetap wajib mengutamakan keselamatan kerja dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Penggunaan APD, kata Bupati, tidak boleh diabaikan karena keselamatan petugas menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan operasi. Personel juga diminta menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun anggota lainnya.
Menghadapi tingginya tantangan tugas saat ini, Bupati menginstruksikan jajaran Damkar untuk menerapkan sistem siaga selama 24 jam melalui pembagian tugas atau sistem shift secara bergilir.
Sistem tersebut dinilai penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan setiap saat, terutama ketika terjadi kebakaran maupun kondisi kedaruratan lainnya yang membutuhkan respons cepat.
Bupati berharap kedisiplinan personel, kesiapan armada, kelengkapan APD serta koordinasi yang baik antara jajaran Damkar dan pimpinan daerah terus ditingkatkan.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, seluruh tugas pelayanan, penyelamatan dan perlindungan kepada masyarakat di Kabupaten Halmahera Timur diharapkan dapat dilaksanakan secara cepat, aman dan maksimal.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman Damkar, Pak Kabid Damkar, terima kasih,” pungkas Bupati.Saya juga bisa membuat versi lebih tajam seperti berita media online, dengan judul yang lebih menarik dan lead yang lebih kuat.













