
Shalat Istisqa dilaksanakan di Lapangan Aliyah Al-Ikhwan, Desa Gotowasi, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 10.45 WIT. Pelaksanaan shalat dipimpin oleh Ustadz Masrudin dan diikuti masyarakat setempat.
Kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai berdampak terhadap berbagai aktivitas dan kebutuhan masyarakat. Kondisi cuaca panas juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan kebun, sekaligus memengaruhi ketersediaan air bersih di tengah masyarakat.
Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa, warga bersama-sama memanjatkan doa dan berharap turunnya hujan dapat mengakhiri dampak kemarau yang dirasakan dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan jamaah bahwa air merupakan salah satu nikmat dan rahmat Allah SWT yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia.
Menurutnya, permohonan agar diturunkan hujan tidak hanya dilakukan melalui doa, tetapi juga harus disertai dengan memperbanyak istighfar, bertobat, bersyukur serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun hubungan antarsesama manusia.
“Istisqa bukan sekadar ritual meminta hujan. Istisqa adalah saat seorang hamba mengakui bahwa dirinya lemah dan membutuhkan pertolongan Allah,” ujar khatib dalam khutbahnya.
Khatib juga mengajak seluruh jamaah menjadikan kondisi kemarau sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan keagamaan maupun sosial.
Jamaah diingatkan untuk senantiasa menjaga dan memperbaiki shalat, berbakti kepada kedua orang tua, menjaga lisan, mempererat silaturahmi serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

Warga berharap doa yang dipanjatkan bersama dikabulkan Allah SWT dengan diturunkannya hujan yang membawa keberkahan, mengembalikan ketersediaan sumber air serta mengurangi ancaman kebakaran hutan dan kebun akibat musim kemarau.
Masyarakat juga berharap hujan yang turun nantinya dapat membawa manfaat bagi lingkungan, pertanian dan seluruh aktivitas kehidupan warga di Desa Gotowasi serta wilayah Halmahera Timur secara umum.













