
HALTIM, Beleymalut.com – Genderang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Buli Karya mulai bertabuh. Salah satu figur yang mencuri perhatian publik, Yusri R. Umar, secara resmi memaparkan peta jalan masa depan desa melalui visi besar: “Mewujudkan Desa Sejahtera, Mandiri, dan Berbudaya.”
Bukan sekadar jargon, Yusri membawa misi strategis yang memadukan penguatan ekonomi lokal dengan optimalisasi potensi industri pertambangan di wilayah tersebut. Ia berkomitmen menjadikan Desa Buli Karya bukan hanya sebagai penonton, melainkan mitra strategis bagi sektor industri.
Dalam pemaparannya, Yusri menekankan bahwa kemandirian ekonomi desa akan dicapai melalui dua jalur utama. Pertama, pemberdayaan UMKM, pertanian, dan pariwisata melalui kemudahan akses modal dan pelatihan manajemen. Kedua, penyiapan SDM lokal yang terampil agar mampu terserap dalam rantai pasok perusahaan tambang.
“Desa harus menjadi mitra strategis pertambangan. Kita akan siapkan tenaga kerja yang memiliki skill mumpuni dan usaha lokal yang mampu memenuhi kebutuhan industri di sini,” ujar Yusri
Yusri menargetkan akselerasi perbaikan:
* Aksesibilitas: Perbaikan jalan desa dan sistem irigasi.
* Kesehatan Dasar: Penguatan sanitasi dan ketersediaan air bersih.
* Fasilitas Umum: Renovasi sarana ibadah serta peningkatan kualitas gedung pendidikan dan kesehatan.
Keseimbangan Jasmani, Rohani, dan Lingkungan
Uniknya, Yusri menempatkan aspek spiritual dan kesehatan jasmani sebagai pilar karakter masyarakat. Ia berencana membangun fasilitas olahraga yang representatif dan mendukung penuh kegiatan keagamaan secara rutin.
Di sisi lain, ia sadar akan risiko lingkungan di daerah lingkar tambang. Yusri berkomitmen memperketat pengawasan dampak lingkungan melalui program penghijauan dan pengelolaan sampah yang terpadu, sembari tetap melestarikan kearifan lokal agar tidak tergerus zaman.
Pemerintahan yang Terbuka
Menutup pemaparannya, Yusri menegaskan bahwa kunci keberhasilan pembangunan adalah transparansi. Ia berjanji akan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi warga dalam setiap pengambilan keputusan desa.
“Desa yang maju adalah desa yang dibangun bersama oleh seluruh warganya. Saya ingin memastikan setiap masyarakat memiliki peran dan merasakan manfaat pembangunan secara nyata,” pungkasnya.



