
Ternate – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I, secara resmi memberikan klarifikasi terkait dinamika persiapan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Maluku Utara.
Dalam pertemuan yang digelar di Kediaman Wakil Gubernur Malut, Kelurahan Takoma, Sabtu (07/03/2026), dihadiri langsung oleh Sekretaris dan Bendahara KONI Malut, serta perwakilan dari lima pengurus kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot) TI.
KONI Malut menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan marwah organisasi olahraga.
Menanggapi isu yang beredar, H. Sarbin Sehe menegaskan bahwa baik secara institusi maupun pribadi, dirinya tidak akan mencampuri kedaulatan pemilik suara dalam memilih pemimpin baru.
“Saya tegaskan, tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam proses pemilihan Ketua Umum TI Malut. Saya juga menjamin bahwa Pemerintah Daerah, termasuk Gubernur maupun saya sebagai Wakil Gubernur, tidak ikut campur atau mendikte siapa calon yang harus memimpin. Ini murni mekanisme organisasi,” ujar Sarbin Sehe.
Sarbin menjelaskan bahwa KONI Maluku Utara memberikan ruang seluas-luasnya bagi siapa saja yang memiliki kapasitas dan niat tulus untuk memajukan prestasi taekwondo. Namun, ia menekankan satu syarat fundamental: Kemampuan Komunikasi.
“Calon ketua harus mampu membangun komunikasi harmonis dengan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) di Jakarta agar secepatnya proses Musprovlub berjalan secepatnya” ujar Ketua KONI Malut
Dirinya menambahkan KONI Malut memposisikan diri sebagai fasilitator yang memastikan seluruh tahapan Musorprovlub berjalan di atas rel Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Tujuan utama kita adalah kelancaran Musorprovlub agar roda organisasi kembali normal. Kami ingin memastikan proses ini berjalan demokratis dan transparan demi kepentingan atlet dan prestasi taekwondo di bumi Moloku Kie Raha,” pungkasnya.
Diharapkan dengan adanya klarifikasi ini, tensi organisasi dapat mereda dan seluruh pihak dapat fokus pada suksesi kepemimpinan yang bermartabat.



