
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, selaku Inspektur Upacara. Momentum peringatan kemerdekaan ini menjadi refleksi untuk kembali meneguhkan semangat perjuangan dalam melanjutkan pembangunan serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di daerah.
Dalam amanatnya, Ubaid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memaknai peringatan 17 Agustus sebatas seremoni tahunan. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pendahulu harus terus diwarisi dan menjadi motivasi dalam menjalankan pemerintahan serta pembangunan daerah.
“Makna yang diambil dalam setiap peringatan 17 Agustus adalah lebih mengukuhkan semangat juang, termasuk saya dan Pak Wakil sebagai pemimpin daerah ini, bagaimana mewarisi nilai dan semangat juang para pendahulu,” ujar Ubaid.
Ia menegaskan, perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dilakukan dengan penuh pengorbanan serta dalam kondisi yang serba terbatas. Semangat tersebut, kata Ubaid, harus menjadi energi bagi generasi saat ini untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Dari perjuangan mereka bisa melahirkan apa yang kita rasakan hari ini. Tentu semangat itu jadi PR bagi saya dan Pak Wakil,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada 40 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), termasuk para pelatih dan pembina yang telah menjalankan tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih dengan baik.
“Atas nama pemerintah daerah Halmahera Timur, saya dan Pak Wakil menyampaikan apresiasi kepada Paskibra, pelatih dan pembina yang telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai petugas pengibar bendera HUT RI ke-81 tingkat Kabupaten Halmahera Timur dengan baik,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Halmahera Timur yang turut menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ubaid menyebut, hampir seluruh desa telah menindaklanjuti imbauan pemerintah daerah dengan menjaga kebersihan lingkungan serta memasang bendera Merah Putih, umbul-umbul dan berbagai atribut kemerdekaan.
“Terima kasih juga kepada seluruh masyarakat Halmahera Timur atas partisipasi, support dan dukungannya. Hampir semua desa dapat menindaklanjuti edaran pemerintah daerah untuk melakukan kebersihan lingkungan, menaikkan bendera, umbul-umbul dan seterusnya,” ucapnya.
Memasuki sisa masa pemerintahan sekitar tiga tahun, Ubaid mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi.
Namun demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen melanjutkan berbagai program pembangunan sesuai dengan visi dan misi serta kemampuan daerah.
“Dalam sisa pemerintahan kami tiga tahun, mungkin saja tidak sepenuhnya dan tidak seluruhnya apa yang menjadi kebutuhan itu kami penuhi. Tapi paling tidak, apa yang menjadi visi-misi sedikit banyak bisa terus kami laksanakan,” jelasnya.
Ubaid juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang menjadi salah satu faktor dalam menentukan keberlanjutan program pembangunan. Menurutnya, kondisi fiskal Halmahera Timur pada 2026 belum berada dalam kondisi ideal.
“2026 ada kondisi fiskal yang tidak terlalu baik, tidak terlalu bagus. Mudah-mudahan tahun-tahun selanjutnya fiskal daerah juga sudah bisa aman dan stabil, sehingga apa yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik demi kepentingan masyarakat Halmahera Timur,” pungkasnya.
Upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus meneguhkan komitmen pemerintah dan masyarakat Halmahera Timur dalam meneruskan perjuangan melalui pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat













