
Maluku Utara – Beleymalut.com – PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Maluku Utara terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik pertambangan yang berkelanjutan atau good mining practice. Kini, perusahaan yang beroperasi di wilayah Halmahera Timur tersebut mengambil langkah strategis dengan melibatkan organisasi kepemudaan Karang Taruna tingkat kecamatan sebagai koordinator kegiatan penanaman di areal reklamasi.
Langkah ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang menempatkan generasi muda sebagai ujung tombak pemulihan lingkungan pascatambang. Dengan menggandeng Karang Taruna, PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara tidak hanya mereklamasi lahan seluas 114,19 hektar di Pulau Gee dan Pulau Pakal data Per Maret 2026, tetapi juga membangun kepemilikan publik (sense of belonging) serta kapasitas pemuda setempat dalam pengelolaan lingkungan jangka panjang.
Kerja sama PT. ANTAM Maluku Utara bersama pihak shekholder di wilayah lingkar tambang, ini selaras dengan amanat regulasi nasional yang mewajibkan perusahaan tambang untuk melakukan reklamasi dan pasca tambang, sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Keterlibatan Karang Taruna di wilayah lingkar tambang sebagai koordinator penanaman menjadi bukti nyata bahwa keterlibatan publik dan pemberdayaan pemuda merupakan elemen kunci dalam keberhasilan rehabilitasi lahan bekas tambang.
Menurut orang penting, General Manager PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara, Ery Budiman, Karang Taruna merupakan Garda Terdepan Penghijauan.
Menurutnya, Keputusan PT. ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara untuk melibatkan Karang Taruna tingkat kecamatan sebagai koordinator bukan tanpa alasan. Sebagai wadah pembinaan, pengembangan, dan pemberdayaan generasi muda, Karang Taruna dinilai memiliki jejaring dan semangat kepemudaan yang kuat untuk menggerakkan aksi nyata di lapangan. Di beberapa daerah lain, kolaborasi serupa telah terbukti menjadi salah satu kunci keberhasilan kegiatan reklamasi dan revegetasi yang berkelanjutan.
Dalam struktur koordinasi ini, PT. ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara berperan sebagai fasilitator utama dengan menyediakan bantuan teknis, bibit tanaman unggul, serta material pendukung reklamasi seperti Cocomesh (jaring serabut kelapa) dan cocopeat (media tanam organik). Di sisi lain, Karang Taruna kecamatan bertugas mengoordinasikan para pemuda desa untuk melaksanakan penanaman, penyulaman (penggantian tanaman mati), serta perawatan tanaman di area reklamasi.
Penanaman Spesies Unggul untuk Pemulihan Ekosistem, kegiatan penanaman yang dikoordinasikan dengan Karang Taruna difokuskan di areal reklamasi Pulau Gee dan Pulau Pakal. Hal ini sejalan dengan upaya ANTAM yang sejak awal tahun 2025 telah menanam lebih dari 24.000 bibit pohon di kedua pulau tersebut. Jenis pohon yang ditanam tidak hanya berfungsi untuk penghijauan, tetapi juga untuk memulihkan ekosistem secara keseluruhan.
“Kami menanam berbagai jenis pohon, termasuk mangga, ketapang, dan kayu putih. Tanaman buah selain berfungsi untuk penghijauan juga dimaksudkan untuk menarik spesies lain seperti burung agar ekosistem dapat terjaga dengan baik,” ujar Kristian Andrianto Budi selaku Environment Bureau Head PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara, dalam keterangan sebelumnya.
Pilihan jenis tanaman yang beragam ini diharapkan tidak hanya mampu memperbaiki struktur tanah dan mencegah erosi, tetapi juga menciptakan habitat baru bagi satwa liar, sehingga fungsi ekologis lahan bekas tambang dapat pulih secara bertahap menuju kondisi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Pendekatan Terpadu, Reklamasi yang Memberdayakan Keterlibatan Karang Taruna sebagai koordinator kegiatan penanaman melengkapi berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat yang telah lebih dulu dijalankan oleh PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara. Sebelumnya, perusahaan telah mengembangkan Program Kelapa Terpadu yang memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi produk ramah lingkungan untuk mendukung reklamasi sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal.
Melalui program tersebut, sabut kelapa diolah menjadi Cocomesh untuk stabilisasi kontur tanah, cocopeat sebagai media tanam organik, dan cocopot sebagai pengganti polybag. Hingga saat ini, program yang melibatkan 10 mitra petani kopra sebagai penerima manfaat langsung ini telah membantu reklamasi lebih dari 41.000 meter persegi lahan pascatambang.
Selain itu, PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara juga menginisiasi Program ANTAM SIPS (Sinergi Pengelolaan Sampah Plastik) yang melibatkan masyarakat dalam pengolahan sampah plastik menjadi material bernilai jual, serta mengirim petani lokal ke Jawa Tengah untuk mengikuti benchmarking pengembangan kawasan agroeduwisata.
Masa Depan Reklamasi yang Berkelanjutan, dengan menggandeng Karang Taruna sebagai koordinator penanaman, PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara tidak hanya menargetkan keberhasilan teknis reklamasi, tetapi juga membangun fondasi sosial yang kuat bagi pemulihan lingkungan jangka panjang. Melalui model ini, regenerasi kepedulian lingkungan diharapkan terus berlangsung, melibatkan generasi muda yang akan menjadi penjaga kawasan pascatambang di masa depan.
General Manager PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara, Ery Budiman, menegaskan bahwa pelibatan masyarakat, terutama generasi muda, adalah keniscayaan dalam praktik pertambangan modern.
“Kewajiban untuk memberdayakan masyarakat dan melakukan reklamasi pascatambang melekat dalam setiap usaha yang menggunakan kawasan hutan. Kami ingin memastikan bahwa pemulihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, terutama pemuda yang akan mewarisi kawasan ini di masa depan,” tutup Ery.
Terpisah, Fiklerdein Guslaw selaku ketua Karang Taruna Kecamatan mengatakan, Kegiatan Penanaman yang dilakukan oleh PT. ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara, di pulau Gee dan Pakal sangat membantu kaum muda di wilayah kecamatan Maba. Kolaborasi antara Karang Taruna dan ANTAM akan terus kita dorong agar berdampak positif bagi pemuda yang ada di kecamatan Maba khususnya pemberdayaan.
Dengan langkah kolaboratif ini, PT. ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara menunjukkan bahwa kegiatan pascatambang yang ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan, menghadirkan manfaat ekologis sekaligus sosial-ekonomi bagi masyarakat di lingkar tambang. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor pertambangan dapat bertransformasi menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan yang inklusif. Red/tim



