HALTIM — Pemerintah Kabupaten Halma
Penyaluran insentif tersebut didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Ir. Ricky Chairul Richfat, ST., MT., bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).
Sebanyak 404 penerima manfaat mendapatkan insentif yang disalurkan sebagai bentuk perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terhadap kesehatan ibu dan anak, sekaligus sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penurunan angka stunting di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Sekda tidak hanya menyerahkan insentif kepada penerima manfaat, tetapi juga berdialog secara langsung dengan ibu hamil, ibu menyusui, serta para tenaga kesehatan, khususnya bidan desa.
Dialog bersama bidan desa menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sekda ingin mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi pelayanan kesehatan di lapangan, termasuk berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan dalam mendampingi ibu hamil dan ibu menyusui di masing-masing wilayah.
Sekda Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, mengatakan bahwa pemberian insentif tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur, khususnya dalam memperkuat pelayanan dasar dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
«“Program ini merupakan bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur. Karena itu, kita semua harus bersama-sama mengawal program ini agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sekda.»
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat penerima manfaat memiliki peran penting dalam memastikan program berjalan sesuai tujuan.
«“Kita harus membangun kolaborasi yang kuat. Program pemerintah harus dilaksanakan secara tepat sasaran, dan yang paling penting harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.»
Sekda juga memberikan apresiasi kepada para camat, kepala desa, serta tenaga kesehatan yang selama ini aktif mendukung dan mengawal berbagai program pemerintah daerah, khususnya program yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.
«“Terima kasih kepada para camat dan kepala desa yang terus mendukung dan mengawal program-program pemerintah daerah. Begitu juga kepada para tenaga kesehatan yang berada di lapangan. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar setiap program benar-benar sampai kepada masyarakat dan memberikan dampak positif,” ungkapnya.»
Lebih lanjut, program insentif tersebut diharapkan tidak hanya membantu meringankan kebutuhan dasar ibu hamil dan ibu menyusui, tetapi juga memperkuat perhatian pemerintah terhadap masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode penting dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur berharap dukungan terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan tenaga kesehatan di desa dapat terus diperkuat secara berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta mempercepat pencegahan stunting di Halmahera Timur dapat diwujudkan secara lebih optimal.













