
HALTIM, Beleymalut.Com – Kabupaten Halmahera Timur terus membuktikan komitmennya dalam menjaga dan mempromosikan warisan leluhur di kancah nasional.
Sepanjang tahun 2024 hingga 2025, tercatat sebanyak tujuh karya budaya asli Halmahera Timur resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.
Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Halmahera Timur, Rasmina Siran, SS, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi pemerintah dan masyarakat Maluku Utara.
Dikatakannya penetapan terbaru dilakukan pada Jumat (10/10/2025) dalam Sidang Penetapan WBTb Indonesia yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta. Tradisi Arwahan Gamrange menjadi karya budaya terbaru yang resmi masuk dalam daftar prestisius tersebut, menyusul enam karya budaya lainnya yang telah diloloskan pada tahun sebelumnya.
Dikatakannya Arwahan Gamrange merujuk pada tradisi serupa Ruwahan atau Nyadran yang dipraktikkan oleh masyarakat di wilayah Gamrange (Weda, Patani, dan Maba). Tradisi ini merupakan adat istiadat berbentuk ritus yang sarat akan nilai spiritual, kebersamaan, serta penghormatan mendalam terhadap para leluhur.
“Saat ini karya budaya yang telah ditetapkan antara lain Arwahan Gamrange (Tahun 2025), Ete Mobon atau Sagu Maba (Tahun 2024), Cung Yebey Pro atau Tradisi Masuk Rumah Baru (Tahun 2024), Egen Lingin atau Romba Kubur (Tahun 2024), Wirwor Dur atau Gohu Bia Dur (Tahun 2024), Mpayake Sarat (Tahun 2024) dan
Hadiat Smegit (Tahun 2024)” ujarnya saat diwawancarai Kamis 29/01/26
Rasmina menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi pemerintah Halmahera Timur
“Dengan ditetapkannya Arwahan Gamrange dan karya budaya lainnya sebagai WBTb Indonesia, kami berkomitmen untuk terus melestarikan dan mengembangkan tradisi ini agar tetap hidup di tengah masyarakat. Ini adalah identitas kita yang harus diwariskan dari generasi ke generasi agar tidak punah atau diklaim pihak lain,” ungkap Rasmina
Dirinya juga mengapresiasi maestro Budaya Halmahera Timur Bapak Abdul Samad Addin yang sangat berjasa dalam membantu Dinas Parawisata Halmahera Timur dalam menarasikan berbagai aspek abstrak seperti tradisi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat, hingga kemahiran kerajinan tradisional.
Rusmina juga menambahkan ditahun 2026 ini akan menambahkan lagi satu wbtb terkait adat dan istiadat untuk melindungi kekayaan budaya Halmahera Timur
“Dengan bertambahnya daftar ini, Dirinya berharap kekayaan budaya Halmahera Timur akan tetap terjaga” tandasnya /red



