banner 728x250

Cegah Stunting Program ANTAM G-Best Sasar Remaja dan Calon Pengantin

banner 120x600

HALTIM,BM.CoM.- ANTAM Group yakni PT ANTAM Tbk UBPN Maluku Utara dan PT Sumber Daya Arindo (SDA) melalui program CSR ANTAM G-BEST melaksanakan kelas pra-konspesi untuk calon pengantin dan wanita usia subur.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari tiga bentuk kegiatan dalam pelaksanaan program ANTAM G-BEST, yakni intervensi baduta stunting dan underweight; pelaksanaan kelas pra-konsepsi dan pemberian edukasi & suplemen bergizi kepada ibu hamil. Kelas pra-konsepsi ini menjadi kegiatan edukasi yang ditujukan kepada calon pengantin dan wanita usia subur.

Tujuan pendampingan dalam kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat dan ideal untuk mencegah resikonya lahir bayi stunting. Kegiatan ini berlangsung di 10 (sepuluh) desa di Kecamatan Maba pada tanggal 20 mei hingga 28 mei mendatang. Kegiatan ini bekerja sama dengan pihak puskesmas sebagai tenaga ahli pendamping program.

Baca Juga :  Menteri ATR BPN Mendorong Pemerintah Daerah Untuk Mempercepat Penyusunan Rencana Tata Ruang

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara zonasi dengan membagi menjadi 6 (enam) zona berdasarkan jarak dan akses wilayah. Zonasi ini dilakukan untuk menciptakan kegiatan yang efektif dan efisien, adapun keenam zona tersebut adalah: Desa Pekaulang & Desa Baburino (Zona 1); Desa Gamesan (Zona 2); Desa Geltoli (Zona 3); Desa Buli & Desa Sailal (Zona 4); Desa Teluk Buli & Desa Buli Karya (Zona 5) serta Desa Buli Asal & Desa Wayafli (Zona 6).

Sasaran penerima manfaat kegiatan kelas pra-konsepsi merupakan kelompok wanita usia subur yang belum hamil, sehingga tujuan utama dalam kegiatan ini adalah sebagai bentuk upaya preventif. Dimana sebelumnya telah dilakukan pendataan dan pemetaan peserta kegiatan yang dilakukan oleh para bidan desa dan petugas gizi dari masing-masing posyandu wilayah kerja.

Baca Juga :  Ketua TP-PKK PKK Haltim Gelar Rapat Program Prioritas 2025

Koordinator Tim Pendamping, Saadia Lamami, selaku tim ahli kesehatan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu dari tiga bentuk kegiatan dalam pelaksanaan program ANTAM G-BEST. Realitas sosial yang terjadi dilapang bahwa pengetahuan masyarakat masih rendah terkait persiapan dan perencanaan masa kehamilan yang sehat dan ideal.

“kondisi yang terjadi dimasyarakat kita adalah minimnya pengetahuan terkait kehamilan yang sehat. Padahal mempersiapkan kehamilan yang ideal merupakan langkah awal dan penting dalam upaya mencegah resiko bayi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yang memicu kondisi stunting pada tumbuh kembangnya” sebut Saadia

Disaat bersamaan, Sadiaa juga menyampaikan bahwa upaya pencegahan resiko stunting sebaiknya dilakukan sejak usia remaja, yakni para remaja perempuan dianjurkan untuk minum tablet tambah darah untuk mencegah anemia. Untuk itu, Community Development Assistant Manager, Krisno Budiharto, menegaskan bahwa kehadiran program ANTAM G-BEST (Gizi Baik Cegah Resiko Stunting) merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mencegah resiko lahirnya bayi stunting secara holistik. Sehingga intervensi dalam pelaksanaan program ditujukan untuk melakukan upaya-upaya preventif pada sasaran sedini mungkin.tandasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *