banner 728x250

Buka MTQ XII di Lolobata, Bupati Ubaid Yakub Ajak Warga Haltim Rawat Toleransi “Limabot Faifeiye

banner 120x600

Cahaya spiritualitas dan semangat persaudaraan menyatu di Desa Lolobata, Kecamatan Wasile Tengah. Bupati Halmahera Timur, H. Ubaid Yakub, S.Pd., M.Si, secara resmi membuka perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII tingkat Kabupaten pada Selasa (12/5/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan seni membaca Al-Qur’an, melainkan menjadi panggung besar bagi penguatan nilai ukhuwah dan identitas persatuan masyarakat di Bumi Limabot Faifeiye.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Ubaid Yakub memberikan penekanan khusus pada nilai toleransi yang telah lama mendarah daging di Halmahera Timur.

Ia menegaskan bahwa kebersamaan masyarakat di tengah perbedaan adalah aset daerah yang paling berharga.

“Kehadiran dan kebersamaan kita dalam setiap momentum selalu menunjukkan sikap toleransi yang memiliki nilai sangat tinggi. Ini harus terus dipertahankan dan dirawat. Meski kita berada pada keyakinan yang berbeda, namun kita berada pada satu identitas yang sama, yakni Limabot Faifeiye,” tegas Ubaid .

Baca Juga :  Bupati Ubaid Resmi Tutup Lastsar CPNS Angkatan II & III Kabupaten Haltim

Simbol toleransi tersebut kian nyata saat paduan suara asal Desa Hatetabako tampil memukau. Penampilan mereka menjadi bukti autentik bahwa keberagaman di Halmahera Timur adalah harmoni yang indah, sebuah kekuatan besar yang harus diwariskan dari generasi ke generasi untuk membangun daerah yang damai dan maju.

Mengusung tema “Membentuk Insan Qurani yang Humanis dan Berkeadaban,” Bupati berharap MTQ kali ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan fasih secara lisan, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak.

“MTQ ini harus menjadi ruang untuk membentuk generasi yang beradab, rendah hati, humanis, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Kepada Dewan Hakim dan panitera, Bupati berpesan agar menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi dan objektif. Hal ini krusial demi menjaring kafilah terbaik yang akan membawa nama harum Halmahera Timur di tingkat provinsi maupun nasional.

Baca Juga :  BPBD Haltim Bencana Sebelum dan Pasca Banjir

Senada dengan Bupati, Ketua LPTQ Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, dalam laporannya menyampaikan bahwa kemajuan daerah tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata.

“Pembangunan daerah harus selaras dengan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter. Pendidikan tidak boleh hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga harus diselaraskan dengan pembentukan karakter dan literasi keagamaan,” ujar Ketua LPTQ.

Ia menilai MTQ adalah bagian dari ikhtiar membangun peradaban masyarakat yang lebih inklusif, religius, dan berkemajuan.

“Dari Lolobata, negeri yang dikenal sebagai basis perjuangan Kapita Lau, pesan mendalam kembali digaungkan ke seluruh penjuru Halmahera Timur: bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat pemisah. Sebaliknya, hal itu adalah warna yang memperindah rumah besar bernama Limabot Faifeiye. Pungkasnya

Baca Juga :  Kasat Pol PP Haltim Intensifkan Patroli Malam Cegah Kenakalan Remaja

Dengan dibukanya MTQ ke-XII ini, Kabupaten Halmahera Timur kembali menegaskan jati dirinya sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai langit sekaligus membumikannya dalam bingkai kemanusiaan yang luhur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *