
Haltim – Beleymalut. com – Sejumlah massa aksi dikabarkan akan mengepung Pos Wato-Wato pada esok hari sebagai bentuk protes terhadap dugaan pencemaran lingkungan di wilayah Kali Kukuba dan Pantai Desa Maba Pura. Aksi ini dipicu oleh keresahan masyarakat terkait dampak Pertambangan industri yang dinilai semakin meresahkan.
Massa yang terdiri dari warga dan pemuda termasuk unsur Karang Taruna Buli karya, berencana menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pihak terkait. Mereka meminta adanya transparansi serta langkah konkret dalam penanganan limbah dan perlindungan lingkungan.
Hingga saat ini, hasil konfirmasi di lapangan kepada Moderator Aksi, Fardin Basrah, menegaskan besok jadi aksi di areal vital perusahan PT. Feni Haltim dan PT. Sumberdaya Arindo (SDA) ungkapnya.
Lanjut fardin, biasa di sapa, kami sudah masukkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian, jadwal aksi kami tanggal 05/ 05/2026.
Ia mempertegas, yang jelas gelombang aksi besok ini besar-besaran dilakukan oleh masyarakat dan pemuda untuk menyoroti dugaan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan di wilayah Desa Buli dan Mabapura, Halmahera Timur.
Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi lingkungan yang dinilai semakin memburuk, mulai dari kualitas air yang menurun hingga debu dan limbah yang mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari.
Massa aksi mendesak dan menuntut pihak perusahaan agar bertanggung jawab terhadap pencemaran lingkungan di desa Maba Pura dan Buli serta segera mengambil langkah konkret dalam penanganan limbah serta pemulihan lingkungan. Selain itu, kami juga meminta Pemerintah Daerah Halmahera Timur untuk meningkatkan pengawasan dan transparansi terhadap aktivitas Pertambangan di kawasan tersebut. (Tutupnya). Red/tim



