banner 728x250

Majelis Ta’lim At-Taqwa Padaidi Kota Maba Peringati Isra Mi’raj 1447

banner 120x600
Foto Bersama Majelis Ta’lim At-Taqwa Padaidi Kota Maba

HALTIM,BM.Com – Majelis Ta’lim At-Taqwa Padaidi Kota Maba menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M dengan penuh khidmat. Kegiatan yang dipusatkan di Penginapan Marfa Minggu 11/01/26, mengusung tema: “Jadikan Peringatan Isra Mi’raj sebagai Momentum Memperkuat Iman, Memperbanyak Doa, dan Memperindah Akhlak.”

 

Acara religius ini menjadi ajang silaturahmi lintas organisasi dan kerukunan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KKSS Halmahera Timur, Hj. Dahlan, Ketua BKMT Halmahera Timur, Muslimat NU, Majelis Ta’lim Buton, serta keluarga besar Bugis Makassar yang menetap di Halmahera Timur.

 

Puncak acara diisi dengan tausiyah spiritual oleh Ustadz H. Mustamin Saman Sanusi. Dalam khutbahnya, beliau memaparkan makna mendalam perjalanan Isra Mi’raj sebagai perintah shalat dan sarana transformasi akhlak bagi umat Muslim. Beliau mengajak para jamaah untuk merefleksikan nilai-nilai kesabaran serta ketaatan dalam kehidupan bermasyarakat di bumi Halmahera Timur.

Baca Juga :  Menteri Nusron Akan Terapkan Kebijakan Darurat Perlindungan Lahan Pertanian

Apresiasi Panitia dan Dukungan Donatur

Ketua Panitia Pelaksana, Hj. Muli Astuti, menyampaikan bahwa selain memperingati hari besar Islam, kegiatan ini menjadi wadah krusial untuk mempererat tali persaudaraan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para donatur atas kontribusinya yang luar biasa. Berkat dukungan tersebut, acara ini dapat berjalan sukses. Peringatan ini adalah bukti bahwa dengan silaturahmi yang kuat, kita bisa terus saling menjaga,” ujar Hj. Muli Astuti.

 

 

Terpisah Ketua Majelis Ta’lim At-Taqwa Padaidi Kota Maba, Andi Harnita, dalam pidatonya memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran panitia. Secara khusus, ia memberikan pesan menyentuh dengan mengutip falsafah leluhur Bugis Makassar tentang pentingnya beradaptasi dan mencintai tanah perantauan.

Baca Juga :  Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien, Sekjen ATR/BPN Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM

 

“Narekko engkaki riwanua somperengta, jujuungngi langina wanuae rionroi ye, nennia pasiratangngi lejjana ajemu ri ampanuae,” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa filosofi “di mana langit dijunjung, di situ bumi dipijak” merupakan wujud penghormatan tinggi terhadap budaya dan adat daerah Halmahera Timur.

Andi Harnita juga mengajak seluruh warga perantauan untuk bersatu . “Pada laoki mai maseddi rimadecennge, maccinong riwana tedung marajana tomaparentae. Jika kita bersatu, yang berat akan menjadi ringan, yang susah akan menjadi mudah,” tambahnya.

Mengakhiri narasinya, ia mengingatkan pentingnya prinsip hidup:

* Mali Siparappe (Saling menghanyutkan/membantu saat kesulitan).

* Rebba Sipatokkong (Saling menegakkan saat terjatuh).

* Malilu Sipakainga (Saling mengingatkan saat lupa).

“Kami berharap Majelis Ta’lim ini terus menjadi wadah yang menyejukkan dan mempererat persaudaraan, baik sesama warga Makassar maupun dengan saudara-saudara kita dari Majelis Ta’lim Buton, Muslimat NU, BKMT, dan organisasi lainnya. Terima kasih maraja ippolo riidi maneng, salamaki tafada salama, kuru’ sumange,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *