banner 728x250

Perkuat Identitas Daerah, Halmahera Timur Sukses Daftarkan 7 Warisan Budaya Takbenda

banner 120x600
Rusmina Siran Kabid Budaya Halmahera Timur

 

HALTIM, Beleymalut.Com – Kabupaten Halmahera Timur terus membuktikan komitmennya dalam menjaga dan mempromosikan warisan leluhur di kancah nasional.

 

Sepanjang tahun 2024 hingga 2025, tercatat sebanyak tujuh karya budaya asli Halmahera Timur resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

 

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Halmahera Timur, Rasmina Siran, SS, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi pemerintah dan masyarakat Maluku Utara.

 

Dikatakannya penetapan terbaru dilakukan pada Jumat (10/10/2025) dalam Sidang Penetapan WBTb Indonesia yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta. Tradisi Arwahan Gamrange menjadi karya budaya terbaru yang resmi masuk dalam daftar prestisius tersebut, menyusul enam karya budaya lainnya yang telah diloloskan pada tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Ramadhan Berbagi: PT Mangkuluhur Mineral Indonesia Salurkan 150 Paket Sembako dan Sedekah di Kota Maba

 

Dikatakannya Arwahan Gamrange merujuk pada tradisi serupa Ruwahan atau Nyadran yang dipraktikkan oleh masyarakat di wilayah Gamrange (Weda, Patani, dan Maba). Tradisi ini merupakan adat istiadat berbentuk ritus yang sarat akan nilai spiritual, kebersamaan, serta penghormatan mendalam terhadap para leluhur.

 

“Saat ini karya budaya yang telah ditetapkan antara lain Arwahan Gamrange (Tahun 2025), Ete Mobon atau Sagu Maba (Tahun 2024), Cung Yebey Pro atau Tradisi Masuk Rumah Baru (Tahun 2024), Egen Lingin atau Romba Kubur (Tahun 2024), Wirwor Dur atau Gohu Bia Dur (Tahun 2024), Mpayake Sarat (Tahun 2024) dan

Hadiat Smegit (Tahun 2024)” ujarnya saat diwawancarai Kamis 29/01/26

 

Rasmina menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi pemerintah Halmahera Timur

Baca Juga :  Cuaca Extrem Awal Tahun 2026, BPBD Haltim Himbau Masyarakat Waspada

 

“Dengan ditetapkannya Arwahan Gamrange dan karya budaya lainnya sebagai WBTb Indonesia, kami berkomitmen untuk terus melestarikan dan mengembangkan tradisi ini agar tetap hidup di tengah masyarakat. Ini adalah identitas kita yang harus diwariskan dari generasi ke generasi agar tidak punah atau diklaim pihak lain,” ungkap Rasmina

 

Dirinya juga mengapresiasi maestro Budaya Halmahera Timur Bapak Abdul Samad Addin yang sangat berjasa dalam membantu Dinas Parawisata Halmahera Timur dalam menarasikan berbagai aspek abstrak seperti tradisi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat, hingga kemahiran kerajinan tradisional.

 

Rusmina juga menambahkan ditahun 2026 ini akan menambahkan lagi satu wbtb terkait adat dan istiadat untuk melindungi kekayaan budaya Halmahera Timur

Baca Juga :  Awal 2026, Sektor Tambang Masih Primadona: 140 Pencari Kerja di Haltim Kantongi ‘Bimbongol Card’

 

“Dengan bertambahnya daftar ini, Dirinya berharap kekayaan budaya Halmahera Timur akan tetap terjaga” tandasnya /red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *