banner 728x250

Awal 2026, Sektor Tambang Masih Primadona: 140 Pencari Kerja di Haltim Kantongi ‘Bimbongol Card’

banner 120x600
Kabid Ketenagakerjaan Disnakertrans Halmahera Timur Rais Asyari

 

HALTIM,BM.Com – Geliat pencarian kerja di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mengalami tren peningkatan di awal tahun 2026. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mencatat ratusan warga antusias mengurus dokumen administrasi kerja yang populer disebut warga lokal sebagai “Bimbongol Card” atau Kartu Kuning (AK-1).

 

Dominasi Laki-Laki dalam Statistik Januari

Data terbaru menunjukkan bahwa selama periode 3 hingga 20 Januari 2026, tercatat sebanyak 140 orang warga Halmahera Timur telah resmi mendaftarkan diri sebagai pencari kerja. Dari angka tersebut, kelompok laki-laki menjadi pemohon paling sebanyak  102 orang dan perempuan sebanyak 38 orang

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Terjadi Di Pasar Buli, Puluhan Rumah Terancam

 

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnakertrans Haltim, Rais Asyari menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh besarnya daya tarik industri pertambangan di Maluku Utara. Mayoritas pemohon kartu kuning tersebut mengarahkan lamaran mereka ke perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar Haltim.

 

“Berdasarkan hasil pantauan kami, sebagian besar warga mengurus Bimbongol Card ini untuk menargetkan posisi di sektor tambang. Hal ini merupakan fenomena rutin setiap awal tahun, seiring dengan adanya pembukaan rekrutmen baru maupun pembaruan kontrak kerja di perusahaan,” ujar Rais Asyari dalam keterangannya, Selasa (20/01/2026).

Baca Juga :  BPBD Halmahera Timur Siaga Sebelum dan Sesudah Tanah Longsor

 

 

Selain melakukan pendataan Kabid yang Baru saja dilantik ini mengatakan Bimbongol card diperuntukkan juga  untuk memantau angka pengangguran dan memastikan penyerapan tenaga kerja lokal berjalan optimal.

 

Rais Asyari menekankan agar para pencari kerja tidak hanya mengandalkan dokumen administratif, tetapi juga kesiapan kompetensi.

 

“Kami berupaya memberikan pelayanan kartu pencari kerja yang cepat dan transparan. Namun, kami juga mengimbau masyarakat agar terus mengasah skill atau keahlian yang relevan. Persaingan di industri pertambangan cukup ketat, sehingga kesiapan mental dan kemampuan sangat menentukan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *